(021) 4750657 | 08129666809 | 081314284000   info@barokahmadinah.co.id
ARTIKEL

Tur Azerbaijan Bareng Barokah Madinah dan Qatar Air

23-September-2017

Pasar pariwisata Azerbaijan sedang menggeliat, dan Barokah Madinah Travel jadi operator tur muslim pertama dari Indonesia yang membawa grup sebanyak 100 orang dalam program lawatan budaya Nusantara di bumi Azeri, 7-14 September lalu, dengan menggandeng maskapai Qatar Airways.

Udara dingin dini hari kota Baku menyambut kedatangan rombongan muslim heritage tour dari Indonesia, terdiri sebanyak 100 orang. Kami tiba di bandara internasional Hedydar Aliyev di Baku, Ibu Kota Azerbaijan, pada Jumat (08/09/2017) lepas malam setelah menempuh perjalanan udara hampir tiga jam dari Doha, Qatar.

Berada dalam kabin pesawat Qatar nomor penerbangan QR 247 rute Doha-Baku dengan waktu tempuh selama itu sungguh tiada terasa. Begitu pula sebelumnya ketika terbang nonstop selama 8,5 jam lebih dari Jakarta ke Doha. Ini berkat dukungan armada terbaru A320-200yang membuat terbang menjadi nyaman, plus pelayanan prima awak kabin Qatar Airways yang berbasis di bandara internasional Hamad, Doha tersebut.

 

Barokah Madinah Travel yang berkantor pusat di bilangan Rawamangun, Jakarta Timur, kali ini dipercaya menangani rombongan delegasi budaya Indonesia untuk unjuk kebolehan di ajang Indonesian Cultural Festival 2017 di kota Baku. 

Tentu saja hal itu menjadi pengalaman baru bagi Barokah Madinah sebagai referensi untuk selanjutnya dapat menggarap secara intens tur muslim ke negeri-negeri Asia Tengah, terutama Azerbaijan yang juga kaya peninggalan khazanah Islam. 

Sekaligus itu semakin memperkaya destinasi tujuan tur muslim garapan Barokah Madinah, dari selama ini sudah berpengalaman menggarap tur muslim dengan destinasi favorit seperti Maroko, Andalusia (Spanyol), Turki, serta tiga negara jejak para Nabi (Mesir, Jerusalem/Aqsha, dan Jordania). 

Azerbaijan berikut sejumlah negara tetangga di gugusan pegunungan Kaukasus seperti Armenia dan Georgia, tengah berjuang membangkitkan sektor pariwisatanya. Negeri Azeri yang dijuluki Land of Fire ini tampak lebih moderen yang bersanding dengan warisan kekunoan, seperti tergambarkan di Baku. Kota ini juga sudah sekitar tiga musim masuk kalender seri balapan jet darat Formula 1. Ada jejak Islam, bersanding dengan spirit baru warga muslim yang merupakan mayoritas penduduk Azerbaijan.  

Rangkaian Acara

Hadydar Aliyev Salaci Palace di kota Baku. Inilah lokasi yang dipilih jadi tempat eksibisi Indonesian Cultural Festival 2017  yang kini memasuki tahun kedua penyelenggaraan di negara pecahan Uni Soviet ini.

 

Selama dua hari berurutan,  concert hall Hadydar Aliyev Salaci Palace jadi saksi pertunjukan seni budaya Nusantara, guna lebih memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada publik negeri Azeri.

Tarian tradisional Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, jadi penampilan pembuka. Dilanjut dengan peragaan busana karya sejumlah desainer kondang Indonesia, dan persembahan lagu-lagu oleh penyanyi Ita Purnamasari.

Dalam program muslim heritage tour ini juga diselipkan seminar setengah hari mengenai multikultur. Acara berlanjut pada malam hari, dengan jamuan makan malam dan temu bisnis antara pengusaha Indonesia dengan pebisnis lokal.

Di hari terakhir program, seluruh peserta diajak berwisata keliling kota (city tour), mengunjungi sejumlah objek wisata terkenal kota Baku. Menariknya, peserta tur dipandu oleh guide lokal berbahasa Indonesia. Sekaligus ini jadi bukti kesiapan Azerbaijan menerima kunjungan wisatawan asing, khususnya dari Indonesia.

Kita tunggu program serupa berikutnya, tentu saja bersama layanan Barokah Madinah Travel dan Qatar Airways. (wiyono)